Hehanussa harap ke depan Perumda Panca Karya Maluku lebih baik dalam pelayanan.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Maluku Hatta Hehanussa

 

NUSANTARA-NEWS.co, Ambon – Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Maluku Hatta Hehanussa, meminta pada pihak Perumda Panca Karya Maluku dan Kadis Perhubungan Maluku Tengah (Malteng) , untuk melakukan kordinasi agar tampilan kapal-kapal yang ada di Pelabuhan Teluk Ambon Rute Ferry Wai dan Kailolo bisa berkualitas dengan baik untuk masyarakat Maluku, walaupun tempuh Jaraknya yang begitu dekat.

“Dimintakan supaya Dinas Perhubungan Provinsi Daerah Maluku (Pemda) maupun Dinas Perhubungan Maluku Tengah (Malteng), supaya kedepan lebih memperhatikan masyarakat Kailolo ini. DPRD Maluku juga akan memanggil Mahasiswa Perhimpun Pemuda Pelajar Kailolo untuk membicarakan masalah tersebut” harap Hehanussa, Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Saat ditemui wartawan di ruangan komisi III DPRD Maluku,Senin (11/10/2021)

“Hari ini, kami sudah membahas , dan sama-sama kita Ketahui apakah betul, dia masih berjaan nomal atau tidak lagi . karena kita tidak mengingikan seperti itu dan ini tidak boleh terjadi” ucapnya

Menurut Hehanusa, komisi juga menyinggung Direksi Perumda Panca Karya yang baru, agar kedepan perusahaan ini mungkin lebih baik lagi. Hal ini disampaikan juga kepada Bupati Malteng Abua Tuasikal SH, karena kita sama-sama tahu banyak masalah yang dilakukan oleh Perumda Panca Karya ini dan semoga bisa cepat keluar dari masalah,  mudah-mudahan layanan kepada masyarakat kedepan lebih baik bisa lagi.

Hehanussa juga mengingatkan kepada Plt Kadis Perhubungan Maluku Tengah Egin Picarima, bahwa Khusus Pelayanan di pelabuhan Malteng, yang dilihat tidak manusiawi dan sangat menyedihkan, masyarakat kelihatan sepeti binatang. padahal transportasi Pelayanannya cukup besar sekali dalam sehari saja puluhan speed boad ada disana.

Hehanussa juga yakin pasti di Maluku Tengah, tingkat pelayanan disana tak ada toleransi , bahkan jika hujan pun mereka berteduh di emperan ” padahal ratusan pelayanan masyarakat Malteng dan Seram Bagian Barat (SBB) , ”
Harapannya agar kadis Perhubungan, Pemda Maluku maupun Malteng membatu berkordinasi untuk melihat hal ini.

“Kemudian ‘menyangkut keselamatan, ia melihat bahwa perhubungan khususnya, Speed Boad yang ada di Ambon atau yang berada antar Pulau Seram maupun Pulau Saparua tidak ada operasional keselamatan dengan baik.”tambahnya

Dikatakannya juga, kita belajar dari pengalaman kita tidak minta speed untuk tengelam. seperti yang kita ketahui pada daerah Ternate ke Tidore dengan jarak tempuh 5 menit saja operasional terjamin keselamatan dengan baik,

” Seperti yang kita ketahui jika speed tersebut tenggelam dan 10 orang meninggal itu sah-sah saja, tapi yang bertanggung jawab adalah Dinas Perhubungan karena standar dan kami minta supaya pelampungnya dapat diperhatikan dan bisa dipenuhi oleh masyarakat,” harapnya.

Hehanusa meminta dari ketua komisi supaya dilakukan kordinasi dan melakukan sidak ke lapangan untuk melihat secara langsung apakah dinas perhubungan serius atau tidak .

Hehanussa juga memberikan masukan kepada Dinas Perhubungan Malteng terkait dengan Pelabuhan Desa Manipa yang menimpa korban jiwa.

” Yang berikut juga terkait dengn Sarana Prasana yang ada di Pelabuhan Terminal Waipirit, sampai hari ini kaca-kaca pecah dan rusak belum juga di perbaiki bahkan rebah jalan pun rusak, dimintakan dari dinas Perhubungan Malteng untuk menegur ADSP Waipirit supaya diperhatikan.” tuturnya

Dirinya juga menghimbau kepada kadis perhubungan Provinsi Maluku maupun Malteng untuk segera memperhatikan terminal di waipirit dan segera ditangani.

Halima Rehatta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *