banner 728x250

Pertemanan Dalam Sudut Pandang Islam

Jamaah Kajian Majelis Ilmu Khayangan pimpinan Umi Linda

Catatan Risdiana Wiryatni *)

 

Hari ini, keluarga besar Majelis Ilmu Khayangan pimpinan Umi Linda, berkesempatan wisata rohani ke Puncak Bogor. Kami berangkat dari Depok pukul 05.30 WIB, dan Alhamdulillah dua jam kemudian tiba di kawasan puncak yang berhawa sejuk. Insha Allah, sejuk pula hati kita, karena kebersamaan terawat dan terjaga diantara kami sesama anggota kelompok kajian.

Tiba di lokasi, kami langsung sarapan pagi, kemudian dilanjutkan dengan tausiah oleh Ibu Umi Farhana. Materi yang disampaikan sangat menarik ‘Merawat Pertemanan Dalam Sudut Pandang Islam’

Pertemanan dalam islam menjadi salah satu nikmat yang diberikan Allah SWT kepada umat manusia dan juga sebagai fungsi agama Islam itu sendiri. Memiliki sahabat merupakan salah satu bentuk makhluk sosial yang tidak dapat dipungkiri dan merupakan hakikat manusia menurut islam.

Dalam Islam, terciptanya hubungan berupa persahabatan merupakan salah satu yang sangat dianjurkan oleh Allah SWT sebagaimana firman-Nya berikut,

“Sebenarnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang bersaudara, maka damaikanlah  di antara kedua saudara kamu (yang bertelingkah) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu memperoleh rahmat.” (Qs. Al-Hujurat : 10).

Dalam islam, hubungan pertemanan jauh lebih indah lagi. Bukan hanya selalu menyertai, namun seorang teman yang baik juga selalu membantu kita dalam kebaikan serta menasehati kita saat melakukan kesalahan. Teman yang baik, tidak akan menjatuhkan temannya sendiri, mengolok-olok kekurangan temannya, lalu menyampaikannya kepada orang lain. Tidak masuk dalam wilayah pribadi yang bisa merusak esensi dari pertemanan itu sendiri. Oleh karena itu, penting bagi siapa saja untuk bijak dalam memilih teman.

Pertemanan dalam pandangan Islam

Sebagai makhluk sosial, manusia tentu tidak dapat hidup seorang diri tanpa bantuan orang lain. Sebab, manusia membutuhkan teman untuk menjalani kehidupan.

Islam bahkan menganjurkan umatnya untuk memperbanyak teman yang baik karena akan mengajak pada kebaikan.

Ketika seseorang memiliki teman yang baik, maka ia akan mendapatkan pengaruh yang baik pula. Sebaliknya, bergaul dengan teman yang buruk akan memberikan pengaruh yang buruk.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Seseorang ada di atas agama temannya, maka hendaknya salah seorang kalian meneliti siapa yang dijadikan sebagai temannya.” (HR Ahmad dan Abu Dawud)

Saat berteman, hendaknya kita menjaga kerukunan. Ini merupakan adab yang harus selalu dijaga oleh setiap muslim kepada temannya. Jangan mengusik, jangan memanfaatkan teman, dan jangan mencari-cari kekurangannya lalu menyampaikannya kepada orang lain. Bila seorang teman tidak mengedepankan adab yang baik, perlu kiranya untuk dijauhi.

Dalam berteman yang perlu diperhatikan yaitu menerima kekurangan dan menutup aib teman. Teman merupakan manusia biasa yang memiliki kelebihan dan kekurangan.

Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah seorang mukmin membenci mukminah. Jika dia tidak senang satu akhlaknya, niscaya dia akan senang dengan akhlaknya yang lain,”

“Di antara tanda-tanda ukhuwah yang sebenarnya ialah mau menerima kritikan dari teman, menutupi aib teman, dan memberi maaf atas kesalahannya”. –Imam Syafi’i

“Seorang teman tidak bisa disebut sebagai teman sampai ia diuji dalam tiga keadaan. Pada saat kamu membutuhkannya, bagaimana sikap yang ia tunjukkan di belakangmu, dan bagaimana sikapnya setelah kematianmu”. –Ali bin Abi Thalib

Pemilihan teman adalah keputusan yang memerlukan pertimbangan cermat, terutama dalam Islam. Dimana, teman yang bebas dari hasud (iri dengki) sangat dihargai. Teman yang tidak iri melihat kesuksesan dan prestasi Anda.

Teman yang tidak bersifat hasud adalah mereka yang tidak akan menjatuhkan Anda karena rasa iri. Meskipun banyak orang memiliki karakter tersendiri, Anda harus tetap waspada agar tidak terpengaruh oleh kebiasaan negatif mereka.

Dengan memahami pentingnya memilih teman yang bebas dari hasud, membangun hubungan yang positif. Teman-teman yang baik dalam Islam saling mengingatkan akan kebaikan, mengajak menuju kebenaran, menjaga kesabaran, dan menyampaikan keadilan.

Mari kita berhati-hati memilih teman, jauhi teman yang suka menghasud dan memiliki sifat iri dan dengki.

*} Owner Kinerja Group, Anggota Kajian Majelis Ilmu Khayangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *