Implementasi Teori HEST Dalam Investigasi Suatu Peristiwa Kecelakaan

Certified Accident Investigator Dede Farhan Aulawi

NUSANTARANEWS.co, BOGOR ‐‐ Kecelakaan bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Tidak ada manusia yang bisa mengetahui sesuatu yang akan terjadi, tetapi manusia bisa berusaha untuk mencegah atau meminimalisir kemungkinan terjadinya suatu kecelakaan.

Berbagai penilitian terkait dengan kecelakaan selama ini menunjukkan bahwa factor dominan yang menyebabkan terjadinya kecelakaan adalah factor manusia (human factor) atau selama ini sering dikenal dengan istilah human error.

Meskipun ruang lingkup dari dua terminologi itu sebenarnya berbeda, tetapi untuk sementara anggap saja sama.

Hal ini penting untuk di pahami sehingga ketika memandang suatu peristiwa kecelakaan sebenanrnya factor penyebabnya bisa banyak, dan satu sama lain biasanya saling terkait.

“Untuk itulah sebuah investigasi kecelakaan harus dilakukan oleh Certified Investigator agar metodologi dan ruang lingkupnya bisa komprehensif, “ungkap Certified Accident Investigator Dede Farhan Aulawi di Bandung, Minggu (7/1), sore

Hal tersebut ia sampaikan ketika menjawab beberapa pertanyaan dari awak media melalui sambungan seluler yang ingin mengetahui lebih dalam tentang ilmu terapan investigasi dalam suatu kecelakaan.

Menurut dia, investigasi kecelakaan ini bisa di terapkan dalam berbagai investigasi kecelakaan.

Termasuk kecelakaan kerja, artinya bukan hanya kecelakaan di sector transportasi saja.

Meskipun tentu ada ruang lingkup dan persyaratan teknis yang agak spesifik untuk satu kejadiab dengan kejadian lainnya, seperti kecelakaan pesawat terbang misalnya proses investigasinya lebih rumit dan ada persyaratan– persyaratan yang spesifik.

Begitupun dengan kasus–kasus kecelakaan lainnya, seperti kebocoran reaktor nuklir Chernobyl, meledaknya reaktor di pabrik pestisida Union Carbide Bhopal, sampai kasus cemaran zat Ethylen Glycol di sirup obat batuk yang baru saja heboh di tanah air. I

tu semua merupakan suatu kondisi musibah yang disebabkan oleh multi faktor, atau akumulasi dari serangkaian proses yang berujung pada timbulnya suatu kondisi yang tidak dikehendaki.

Untuk itulah di perlukan pemahaman yang komprehensif terhadap elemen-elemen yang terlibat dan berkontribusi pada terjadinya suatu musibah atau kecelakaan.

Memang ada banyak teori yang bisa dipakai, seperti HEST, SHELL, Effect Domino, dan lain– lain. Pada kesempatan ini coba kita bahas menurut pendekatan teori HEST agar lebih mudah untuk dipahami.

“Dalam teori ini ada 4 domain yang perlu untuk di perhatikan, yaitu domain manusia, lingkungan, sistem, dan teknologi. Untuk penjelasan detail terkait hal di atas, bisa merujuk pada tulisan DR. Tauhid Nur Azhar, “jelas Dede secara rinci yang pernah mendalami disiplin ilmu tersebut di Belanda dan Amerika.

Manusia adalah master mind sekaligus aktor dan operator serta subjek terdampak dalam suatu musibah. Manusia yang merancang sebuah sistem, dan manusia pula yang mengembangkan teknologi penunjangnya.

Di sisi lain, manusia juga yang menjadi pelaksana atau operator dari sistemnya, sekaligus pengguna, dan juga menjadi subjek terdampak dari kegagalan sistem yang berujung pada potensi terjadinya kecelakaan.

Sementara faktor lingkungan adalah faktor yang terdiri dari banyak unsur alam yang mempengaruhi kinerja dari suatu sistem yang dikembangkan oleh manusia.

Di dalamnya bisa terdapat faktor iklim dan cuaca, kondisi geomorfologi, kondisi geologi, sampai keberagaman hayati yang antara lain maujud dalam di versifikasi bioma dan lain–lain.

Sistem adalah suatu pola yang terstruktur secara sistematik, yang di rancang, di kembangkan, dan di jalankan untuk mencapai suatu tujuan tertentu dengan efektif dan efisien.

Misalnya sistem transportasi, sistem transaksi perbankan, sistem pelayanan kesehatan dan sebagainya.

Sedangkan teknologi adalah bagian dari pemanfaatan produk sains dalam bentuk aplikatif implementatif yang dapat mendukung atau menjadi enabler sebuah sistem.

Dalam sistem transportasi misalnya, di kembangkan teknologi penerbangan dengan pesawat, sistem propulsi, sistem navigasi, sampai dengan manajemen penerbangannya.

Kemudian Dede juga menambahkan bahwa di sistem transportasi berbasis jalan rel, ada teknologi traksi, catudaya (diesel elektrik, OCS, third rail, Maglev, dan lain – lain), sistem interlocking (sinyal, wesel, blok, dan lain – lain).

Teknologi kendali dan komunikasi kereta (communication based train control), sampai teknologi jalan rel, tiketing, stasiun dan sebagainya.

Untuk itu ketika terjadi suatu peristiwa kecelakaan transportasi, misalnya kereta api maka perlu melakukan tahapan investigasi komprehensif yang dapat mengakomodir aspek-aspek human, environment, system, dan technology tersebut.

Dalam kajian keselamatan transportasi pada umumnya banyak di bahas peran dari human factor yang berasosiasi dengan human error.

Bahkan berdasarkan statistik faktor human error ini merupakan faktor penyumbang terbesar dalam kecelakaan, yang mencapai sekitar 60% – 80% dari rangkaian penyebab kecelakaan pesawat terbang.

Lebih lanjut Dede menjelaskan juga bahwa jika human error adalah bagian dari human factor, maka human factor di pengaruhi oleh human performance, yakni dapat berupa aspek anatomi fisiologi seperti data antropometri, usia, kebugaran, faal penglihatan-pendengaran, respon motorik, mekanisme refleks dan lain-lain

Juga melibatkan faktor patologi seperti status kesehatan dan kondisi medis tertentu. Lalu ada faktor psikologis, dimana terdapat dinamika mental dan emosional yang di pengaruhi oleh situasi dan kondisi psikososial.

Itulah aspek–aspek human, environment, system, dan technology (HEST) yang terkait dengan upaya meminimalisir terjadinya kecelakaan ataupun musibah di sektor transportasi yang sama-sama tidak di harapkan.

Disinilah pentingnya sosialisasi Human Factors bagi seluruh pegawai yang terkait. Besar harapan dari berbagai peristiwa yang telah berlalu, kita dapat memetik hikmah dan pembelajaran yang dapat digunakan untuk terus melakukan proses perbaikan di masa depan.

Akhirul kalam teriring doa yang terbaik untuk segenap awak kereta api yang telah menjadi korban dalam peristiwa nahas kemarin.

“Semoga segenap amal ibadah dan kebaikan mereka mendapatkan ganjaran yang terbaik dari Allah SWT. Aamiin Ya Robbal Alamin, “tandasnya

[wm]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *