banner 728x250
BUDAYA  

Tokoh Budayawan Ajarkan Konsep Sinau Bebasan Cirebon Kepada Keluarganya

Datangkan Ahli Budaya dan Sejarah

 

NUSANTARANEWS.co, Cirebon –  Sangat langka serta jarang terjadi di era jaman sekarang, seperti yang telah diketahui secara langsung, bahwa masih ada yang peduli dengan budaya asli Cirebon, terutama pada penggunaan bahasa Cirebon atau bebasan Cirebon yang diwajibkan bagi keluarganya untuk digunakan dalam komunikasi sehari harinya secara langsung atau dalam komunikasi di group Whatsapp nya, dan apabila ada salah satu anggota keluarganya tak sengaja menggunakan bahasa komunikasi selain bebasan Cirebon, maka akan dikenakan sangsi denda tidak diberi uang saku.

Hal ini ternyata memiliki maksud yang sangat luar biasa pada dampaknya di masa depan, seperti yang disampaikan oleh Papi Tanto.

Papi Tanto memiliki nama julukan Ki Tarubaya (dimana ada tarub disitu ada saya),  mengatakan, jika tidak dari sekarang dikenalkan kepada generasi muda sekarang, maka bahasa budaya asli Cirebon akan punah.

” Jika orang asli Cirebon wajib mengerti bebasan Cirebon & jangan ngaku orang Cirebon jika tak memahami bebasan Cirebon,” kata Papi Tanto, di kediamannya di kawasan Pamengkang, Kabupaten Cirebon, Minggu [28/4/2024]

Disampaikan Papi Tanto, tak hanya berkutat pada membentuk pola wajibkan kepada seluruh anggota keluarganya yang banyak, tinggal dalam satu tempat tinggalnya gunakan bahasa bebasan cirebon, tetapi melakukan pula kegiatan rutin dua kali dalam sebulan mendatangkan seorang tokoh budayawan dan ahli sejarah, yaitu  Mustaqim Asteja, untuk memberikan les atau pembelajaran tentang segala yang berkaitan dengan kebudayaan Cirebon asli kepada seluruh anggota keluarga Papi Tanto.

Saat memberikan edukasi di hadapan seluruh keluarga Papi Tanto, Mustaqim Asteja senandungkan syair irama dengan bahasa Cirebon.

Harapan dari Papi Tanto sendiri, semoga apa yang telah dilakukannya, menjadi contoh bagi para orang tua lainnya, agar bisa melestarikan serta mengajarkan kepada anak-anak keturunannya, memahami bebasan Cirebon sebagai jati diri orang Cirebon, serta mengetahui sejarah Cirebon, yang secara tidak langsung dapat membentuk pola kepribadian yang selalu menjaga Akhlak keimanan dirinya sendiri dan berbudi pekerti.

[ Niko ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *