banner 728x250

M Zen: Pembagian THR Terkesan Vulgar dan Tak Adil

Foto ilustrasi

NUSANTARANEWS.co, Pangkalpinang -Bagi-bagi THR senilai Rp 50 juta oleh Pj Gubernur Safrizal Zakaria Ali kepada sejumlah wartawan di Gedung Mahligai Rumah Dinas Gubernur Provinsi Bangka Belitung,Senin (8/4/2024), menjadi sorotan.

Pasalnya, selain sumber pendanaan yang tak jelas dari mana sumbernya, aksi bagi-bagi THR dalam momen buka puasa bersama itu dinilai terlalu vulgar dan tak etis.

“Sumber dananya tak jelas. Lagi pula cara dia kasih THR terkesan vulgar dan sangat tak etis,” ujar Muhammad Zen, salah seorang jurnalis yang juga aktivis Forum Bangka Belitung Peduli, Sabtu (13/4/2024).

Menurut Zen, pembagian THR yang dilakukan Pj Gubernur yang terkesan vulgar itu bisa menimbulkan kecemburuan bagi para wartawan yang tak diundang dalam acara tersebut.

“Secara etika ini tidak adil. Mengingat jumlah wartawan di Babel mungkin sudah ribuan.Harusnya dia cukup mengundang satu atau dua orang perwakilan tiap media.Jika pun ingin kasih THR cukup disampakan kepada para perwakilan media, namun itu pun harus dilakukan sesuai aturan jangan nanti malah menimbulkan persoalan hukum,” tandas Zen.

Zen juga menyentil jika THR yang diberikan oleh Safrizal tersebut’mengalir’ tak sampai jauh dan sebagian diterima oleh para ‘pecundang’.

“THR itu’mengalir’ tak sampai jauh karena diterima oleh sekelompok wartawan saja. Saya katakan ‘pecundang’ karena ada beberapa rekan media yang terima THR itu adalah orang-orang yang dulu pro Pj Gubernur yang lama dan menentang perjuangan Forum Babel Peduli yang gigih berjuang melengserkan Pj Gubernur yang dulu. Sekarang mereka-mereka itu terkesan ‘melok’ menang,” sindir Zen.

Lebih lanjut dikatakan oleh Zen, dirinya tak bermaksud mengungkit bagaimana perjuangan Forum Peduli Babel melengserkan Pj Gubernur sebelumnya. Namun menurut Zen, paling tidak Safrizal tak terjebak dalam kesalahan yang serupa.

“Jangan sampai menerima masukan yang salah dari orang yang salah. Jangan terkesan merangkul orang-orang yang ‘melok’ menang saja, sementara kelompok yang suka mengkritisi dijauhi. Mengkritisi belum tentu membenci, tapi mengingatkan agar tak kembali terjebak dalam kesalahan serupa,” urai Zen.

Zen juga membeberkan, perjuangan Forum Peduli Babel dalam mengkritisi kebijakan Pj Gubernur lama hingga berbuntut dilengserkan, juga sempat dicaci maki oleh sejumlah pihak.

” Tokoh-tokoh Babel Peduli seperti Prof Bustami, Emron Pangkapi, almarhum Zulkarnain Syamsudin, Johan Murod, Agus Adaw, Saviat dan lain-lain dicaci maki oleh oknum yang saya bilang ‘melok’ menang tadi. Mereka bahkan sudah melakukan pembunuhan karakter terhadap para tokoh Babel itu. Bahkan orang-orang ini, beberapa di antaranya, ikut menikmati uang THR dari Pj Safrizal,” ungkap Zen.

Zen juga mengungkapkan rasa kecewanya kepada rekan sesama media yang terkesan memilih ‘aman’ ketika Forum Peduli Babel mengkritisi arogansi dan kontroversi Pj Gubernur sebelumnya.

“Saya tahu betul saat itu hanya Trasberita.com dan jejaring Jobber serta KBO Babel saja yang selalu mem-follow up dan merilis agenda Forum Babel peduli. Media yang lain banyak bungkam dan bahkan sebagian memanfaatkan medianya untuk menyerang Forum Babel Peduli, dan melakukan pembelaan terhadap Pj Gubernur sebelumnya,” ungkap Zen.

Celakanya, lanjut Zen, diam-diam sikap antipati terhadap perjuangan Forum Babel Peduli, juga dilakukan oleh seseorang yang saat ini menjadi Stafsus Pj Gubernur Safrizal.

“Jujur sebagai bagian dari Forum Babel Peduli, saya kecewa dengan Pj Safrizal yang mengangkat orang ini jadi stafsus. Seperti tak ada orang lain lagi,” pungkas Zen.

Pj Gubernur Safrizal dikonfirmasi oleh jejaring Tim Jobber terkait polemik THR tersebut, sampai berita ini dinaikkan belum memberikan jawaban.

Sementara itu, dikonfirmasi terkait pengangkatan stafsus Pj Gubernur bebeberapa waktu lalu, Safrizal menyampaikan keyakinannya jika stafsus yang ia pilih merupakan orang-orang baik.

“Insya Allah yang saya pilih adalah orang-orang baik,” jawab Safrizal beberapa waktu lalu membalas konfirmasi via pesan WA dari wartawan media ini.

(Atinawati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *