DAERAH  

Buntut kematian 4 harimau Medan Zoo dalam 3 bulan, Poldasu periksa pengelola dan BKSDA

NUSANTARANEWS.co, Medan — Polda Sumut (Poldasu) menyatakan telah memanggil manajemen Medan Zoo terkait dengan matinya empat harimau di kebun binatang yang dikelola unit usaha Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pembangunan Kota Medan.

Kabid Humas Poldasu, Kombes Hadi Wahyudi, mengatakan, panggilan ini merupakan koordinasi mengenai rencana maupun langkah ke depan menyelamatkan harimau dan satwa yang tersisa.

Selain manajemen Medan Zoo, polisi juga memanggil pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Meski demikian, polisi belum menjelaskan bagaimana hasil koordinasi dengan pihak kebun binatang maupun BKSDA.

“Koordinasi dengan rekan-rekan BKSDA dan pengelola terkait dengan langkah-langkah terbaik untuk menyelamatkan harimau yang ada dan satwa lainnya karena kekurangan dana pemeliharaan. Itu koordinasi dengan BKSDA dan pengelola,” kata Hadi Wahyudi, Kamis (1/2/2024).

Diketahui, empat ekor harimau mati di Medan Zoo dalam kurun waktu tiga bulan di antaranya dua harimau sumatra dan dua harimau benggala. Harimau sumatra bernama Erha mati pada 3 November 2023 dan harimau sumatra bernama Nurhaliza mati pada 31 Desember 2023.

Lalu, harimau benggala bernama Avatar mati pada 3 Desember 2023, dan Wesa, harimau benggala berusia sekitar 19 tahun, mati pada 22 Januari 2024.

Kematian berdekatan ini menimbulkan kritik dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumut yang meminta Pemko Medan segera menutup Medan Zoo. Penutupan itu dilakukan karena empat satwa jenis harimau di Medan Zoo mati dalam kurun waktu berdekatan.

Direktur Eksekutif Walhi Sumut, Rinada Purba, mengatakan, matinya empat harimau membuktikan pihak Pemko Medan dan pengelola Medan Zoo tidak belajar dari kesalahan sebelumnya.

Dijelaskan Rinada, kematian empat harimau tersebut belum pernah dijelaskan secara resmi oleh pengelola Medan Zoo maupun Pemko Medan kepada Walhi Sumut, seperti dikutip dari tribun-medan.com, Jumat (2/2/2024).

“Matinya empat harimau ini bukti Pemko Medan termasuk pengelola kebun binatang itu tidak belajar atas peristiwa yang sudah terjadi,” jelasnya, Senin (29/1/2024).

(KTS/rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *