HUKUM  

Konsekuensi Hukum Bagi Penyebar Gambar dan Video Pornografi di Medsos

Ketua DPC PWRI Kabupaten Bogor Rohmat Selamat, SH, M.Kn

NUSANTARANEWS.co, Jakarta – Akhir-akhir ini, penyebaran gambar dan video porno di media sosial makin sering terjadi.

Penyebaran yang massif dari konten pornografi akan membahayakan dan berdampak negatif kepada potensi kemajuan bangsa Indonesia. Bahkan, konten pornografi bisa merusak potensi positif generasi muda, baik secara fisik dan mental, untuk menyambut masa depan yang lebih baik.

Menurut Ketua DPC Persatuan Wartawan Republik Indonesia [PWRI] Kabupaten Bogor, Rohmat Selamat, SH.,M.Kn, tindakan menyebarkan gambar dan video pornografi pada dasarnya termasuk dalam perbuatan yang dilarang dalam Pasal 27 ayat (1) UU ITE.

“ Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan. Pelanggar pasal di atas dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar. Agar pelaku dapat dijerat dengan pasal ini, ada hal-hal yang harus diperhatikan,” kata Rohmat Selamat, Kamis, 1 Februari 2024.

Rohmat, yang juga praktisi hukum ini mengatakan, konten melanggar kesusilaan yang ditransmisikan dan/atau didistribusikan atau disebarkan dapat dilakukan dengan cara pengiriman tunggal ke orang perseorangan maupun kepada banyak orang (dibagikan, disiarkan, diunggah, atau diposting).

“ Fokus perbuatan yang dilarang adalah perbuatan mentransmisikan, mendistribusikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi dan/atau dokumen elektronik bermuatan melanggar kesusilaan, dan bukan pada perbuatan kesusilaannya itu sendiri.Yang dimaksud “membuat dapat diaksesnya” adalah jika pelaku dengan sengaja membuat publik bisa melihat, menyimpan atau mengirimkan kembali konten melanggar kesusilaan tersebut,” terang Rohmat.

“Contohnya dengan mengunggah konten di status media sosial, tweet, retweet, membalas komentar, termasuk membuka ulang akses link atau konten bermuatan kesusilaan yang telah diputus aksesnya, tetapi dibuka kembali oleh pelaku sehingga bisa diakses orang banyak,” ujarnya.

Rohmat mengajak seluruh masyarakat di Tanah Air untuk bekerja sama dalam memberantas penyebaran konten pornografi.

“Mari bahu-membahu turut memberantas penyebaran konten porno,”  pungkas Rohmat Selamat

[Jgd/red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *