POLRI  

Dituding Sunat Dana OMB Polri, Kapolres Lembata Layangkan Klarifikasi

Kapolres Lembata, AKBP. Dr. Josephine Vivick Tjangkung, S.Sos. M.Ikom

NUSANTARANEWS.co, Lembata – Diduga melakukan pemotongan anggaran Operasi Mantap Brata (OMB) sebesar 40 persen, sebagaimana viral di akun Tiktok@seribu1,Kapolres Lembata, AKBP. Dr. Josephine Vivick Tjangkung, S.Sos. M.Ikom, akhirnya melayangkan klarifikasi atas tudingan yang di alamatkan kepadanya.

Melalui Klarifikasinya yang diterima media ini, Jumat (5/1/ 2024), Vivick Tjangkung menegaskan, viralnya Tik Tok terkait pemotongan anggaran OMB tersebut merupakan berita hoax.

“Saya menyampaikan bahwa saya tidak melakukan penyelewengan dana OMB dan Ops Lilin 2023. Semua Tersalur ke anggota sesuai peruntukan kegiatan OMB dan Ops Lilin di Polres Lembata,” tegas Vivick Tjangkung.

Menurut Vivick, pada tanggal 03 Januari 2024, saat dirinya sedang berada di Polda NTT, ia mendapat kabar dari Kasat Intel Polres Lembata terkait viralnya video dalam akun Tik Tok tersebut.

Merespon kabar tersebut, Vivick Tjangkung langsung melaporkan kepada Kabid Propam, Wakapolda dan Kapolda NTT.

Dijelaskan Vivick, pada 04 Januari saat hendak kembali ke Lembata, di Bandara Eltari Kupang, dirinya mendapat kabar dari Kasie Keu Polres Lembata, bahwa Kasubdit Paminal sudah melakukan pengecekan langsung kepada Kasie Keu, Kabag Ops, Staf bagian Ops dan Anggota Polres Lembata yang tersprint.

“Ingin saya sampaikan juga bahwa hal tersebut sudah saya sampaikan juga kepada Irwasda Polda NTT, Karo Ops serta Kabid Humas Polda NTT tentang fakta bahwa berita yang diviralkan di tiktok adalah TIDAK BENAR,” jelas Vivick.

Bagi Vivick akun tiktok tersebut dengan sengaja tidak menyertakan pengguna aslinya sehingga ia menduga akun tersebut ingin menjatuhkan institusi Polri.

Dirinya juga menyayangkan beberapa media yang menanggapi akun tiktok dengan pemberitaan, namun tidak mengklarifikasi pada sumber yang dianggap perlu.

Informasi lain yang diterima tim media ini menyebutkan, anggota Polres Lembata yang tergabung dalam OMB hanya menerima honor sebesar Rp. 1.500.000.

Sesuai pagu anggaran, jumlah personel yang terlibat dalam OMB sebanyak 65 orang, namun Polres Lembata menambah 30 orang anggota polisi, sehingga menjadi 95 orang.

Disebutkan, anggaran yang seharusnya menjadi hak 65 orang personil OMB, yakni uang saku per hari Rp.57.000,OO, uang makan Rp.87.000,00, uang obat Rp 9000,00, dan uang satuan sebesar Rp.27.000,00, namun faktanya yang diterima hanya uang saku dan uang makan.

Hingga berita ini diturunkan, Kabid Propam Polda NTT, Kombes Pol. Dominicus Yempormase di konfirmasi media ini, Jumat (5/1/2024) belum merespon.

(MT/Odam).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *