Kecelakaan Kereta Api Argo Wilis dan Argo Semeru, Puluhan Penumpang Alami Luka-luka

NUSANTARANEWS.co, Yogyakarta – Kecelakaan kereta api Argo Wilis dan Argo Semeru,   di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengakibatkan 31 orang mengalami luka-luka.

Dikutip detikJogja, Selasa (17/10/2023), kecelakaan terjadi pukul 13.30 WIB. Petugas BPBD Kulon Progo, Nafi, menerangkan kecelakaan bermula saat KA Argo Semeru dari arah Surabaya menuju Jakarta tergelincir dan keluar dari jalur

Tim terpadu mengevakuasi sekitar 500 penumpang Kereta Api Argo Wilis dan Argo Semeru yang terlibat kecelakaan di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tim terpadu itu terdiri dari petugas PT Kereta Api Indonesia, Palang Merah Indonesia, Kantor Pencarian dan Pertolongan, Dinas Kesehatan, TNI, serta Polri.

Kepala Kepolisian Resor Kulon Progo AKBP Nunuk Setiyowati mengatakan petugas telah mengevakuasi seluruh penumpang kereta api yang terlibat kecelakaan di Dusun Kalimenur, Kalurahan Sukoreno, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo.

“Proses evakuasi sudah berjalan dengan lancar, tinggal satu gerbong. Gerbong satu ini saja yang barangnya belum bisa dievakuasi, namun penumpang sudah semua terevakuasi, dan tidak ada korban jiwa,” kata Nunuk, dilansir Antara, Selasa (17/10/2023).

“Semua bekerja untuk bagaimana penumpang ini bisa terlayani dengan baik, yang luka diberikan pengobatan oleh Dinas Kesehatan,” katanya.

Sementara itu, penumpang kereta api yang hendak menuju Jakarta difasilitasi menuju Stasiun Wates, tempat kereta tujuan Stasiun Gambir Jakarta.

Nunuk menjelaskan kecelakaan yang menimpa Kereta Api Argo Wilis dan Argo Semeru disebabkan tergerusnya bantalan batu di jalur kereta.

“Di jalur kereta api, bantal batu tergerus, kemudian kemudian mengakibatkan gerbong agak miring, sehingga ketika dua kereta ini bertemu ya agak miring, sehingga bersenggolan dan akhirnya terjadi beberapa gerbong anjlok,” katanya.

Nunuk memastikan kecelakaan kereta api itu tidak menimbulkan korban jiwa, tetapi menyebabkan sejumlah penumpang kereta terluka.

“Satu orang dilarikan ke rumah sakit karena sudah tua dan syok. Yang lainnya ditangani di lokasi,” katanya.

[detik/nug/red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *