OPINI  

Slogan “Atas Nama Rakyat” Yang Terlacurkan

Veri Kurniawan

Oleh : Veri Kurniawan

Atas nama rakyat kami bergerak, demi rakyat kami berjuang, untuk rakyat, karena rakyat. Yel yel atas nama rakyat seolah menjadi hymne wajib yang kita dengar hampir setiap hari. Slogan – slogan itu tersampaikan oleh berbagai kalangan, dari pejabat hinggga orang yang mengaku ngaku rakyat atau wakil rakyat.

Atas nama rakyat, demi kepentingan rakyat, untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, bagai rayuan sang Arjuna kepada Dewi Supraba. Slogan – slogan yang membawa nama rakyat, acap kali mampu menghipnotis banyak orang untuk bergabung.

Meski tak sedikit dari mereka kemudian kecewa ketika menyadari bahwa mereka tertipu. Alih alih menolong rakyat, mereka justru menyelamatkan kepentingannya sendiri maipun kelompok.

Dalam sebuah pergerakan politis, klaim mengklaim satu dengan yang lain merupakan kelaziman. Dan itu bukanlah aib, meski suatu waktu kepalsuan itu tersingkap. Bahkan tak jarang atas nama cinta pun terucapkan demi memenuhi birahi politik maupun kepentingan kelompoknya.

Tak jarang dalam upayanya itu, mereka mengorbankan orang lain bahkan mengkambing hitamkan orang atau kelompok lain.
Apakah cara cara culas itu bisa di maknai sebagai sebuah perjuangan? Tentunya tidak. Kesatria akan bangga kalah tapi dengan cara cara yang benar, cara cara yang tidak menyakiti orang atau kelompok lain.

Para kesatria tidak akan bangga meski mereka menang tapi kemenangan mereka diperoleh dengan cara cara yang culas dan licik.

Ingatlah, ada sosok sengkuni diantara Pandawa dan Kurawa dalam perang mahabarata. Meski ada Bisma diantara putra putra Kunti dan Drupadi, namun kebajikan Bisma tak mampu mencegah terjadinya perang Mahabarata.

Bisma yang telah bersumpah melindungi negaranya Hastinapura, harus bertarung melawan para pandawa yang telah ia ketahui kebaikannya.

Dewabrata atau Bisma tidak berdaya karena sumpahnya untuk melindungi Hastinapura dan karna sumpahnya itu Ia harus berperang melawan Pandawa. Meski Bisma mengetahui bahwa pihak yang brsalah adalah kurawa yang dihasut oleh Sengkuni.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *