Pelatihan Olahan Berbahan Dasar Ikan Bersama Dinas Perikanan Banyuwangi

 

NUSANTARA-NEWS.co, Banyuwangi – Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi menyelenggarakan Kegiatan Bimbingan dan Penerapan Persyaratan atau Standar pada Usaha Pengolahan dan Pemasaran Skala Mikro dan Kecil Tahun 2022.

Indonesia merupakan Negara maritim dan ikan yang melimpah ruah, baik ikan laut maupun ikan tawar. Komitmen Dinas Perikanan Banyuwangi dalam memberikan bimbingan pada masyarakat tak lagi diragukan.

Giat yang diperuntukan bagi masyarakat agar bisa mengembangkan produk dari bahan dasar ikan tersebut dianggap efektif bisa membantu pemasukan tambahan perekonomian masyarakat.

Acara pelatihan olahan berbahan dasar ikan tersebut berlangsung di Balai Desa Pesucen, Kecamatan Kalipuro. Nampak hadir dalam acara Dinas Perikanan yang diwakili oleh Sekretaris Dinas, Kepala Desa Pesucen, Camat Kalipuro dan puluhan ibu – ibu sebagai peserta. ( 23/3/2022).

Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi melalui Sekretaris Dinas Suryono Bintang Samudra menjelaskan pada NusantaraNews.co

Kita melatih warga sesuai dengan program Bupati Ipuk. Pelatihan produk olahan berbahan dasar ikan yang ada di Desa Pesucen ini jumlah peserta nya 40 orang.

Pemkab Banyuwangi punya konsep Banyuwangi Rebound, kita dari Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi berupaya melakukan transformasi ekonomi dalam rangka support pemulihan ekonomi

Ada 4 strategi yang kita lakukan yang pertama strategi nya adalah penguatan komitmen kelembagaan pelaku usaha perikanan kid, pergakan, poklahsar, dan pokmaswas.

Lalu yang kedua strategi nya adalah penyediaan pembiayaan model usaha, jadi pemerintah berusaha memfasilitasi permodalan pelaku usaha pembudidaya perikanan baik untuk kegiatan perikanan tangkap budidaya maupun pengolahan pasar perdagangan baik melalui lembaga keuangan pemerintahan maupun dari perbankan dan pembiayaan yang disiapkan dari lpmukp. Pemerintah menyiapkan dana KUR dengan bunga 3 persen pertahun, imbuh Suryono

Masih Suryono, lalu yang ketiga peningkatan SDM dalam hal ini pelaku usaha perikanan nya biar lebih terampil dan keahlian juga dan ini kita berusaha bekerjasama gandeng praktisi dan akademisi, profesi kemudian juga bermitra juga dengan pelaku-pelaku usaha yang sudah mempunyai pangsa pasar.

Kemudian yang keempat adalah berupaya memfasilitasi penyediaan kebutuhan baik prasarana dan sarana nya. Jadi kita bukan hanya melatih mereka saja, tapi juga memberikan bantuan peralatan pengolahan berbahan dasar ikan, papar Suryono.

Harapannya akan tercipta kluster atau kawasan-kawasan perikanan di wilayah tersebut yang berbasis pengolahan hasil perikanan, selain dilakukan ibu-ibu di wilayah pesisir ternyata juga bisa dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga di daratan bahkan dikatakan daerah pegunungan seperti di desa Pesucen ini.

“Kegiatan ini dilakukan oleh ibu-ibu dalam rangka membantu suami memperoleh atau meningkatkan pendapatan kesejahteraan keluarga,” terang Suryono.

(veri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *