Atapary, Dinas Pendidikan dan Komisi IV DPRD Maluku Harus Persiapkan Guru-guru Agar Saat Tes Sertifikasi Bisa Lolos

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Maluku Samson Atapary

NUSANTARA-NEWS.co, Ambon – Khusus untuk SMA dan SMK ada sekitar 2.000 lebih Guru yang belum disertifikasi dan memiliki sertifikasi. Ini berdampak pada tunjangan sertifikasi dan hal ini yang memang jadi agenda Dinas dan sudah disampaikan ke Komisi IV, untuk bagaimana sisa guru-guru SMK dan SMA yang belum tersertifikasi ini targetnya dapat terselesaikan.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Maluku Samson Atapary kepada wartawan di Lobby kantor DPRD Provinsi Maluku, Senin 21/2/2022.

Menurut Atapary, memang ini ada prosedur dan kriteria karena untuk sertifikasi ini ada tes dan penilaian-penilaian yang harus dilakukan.

” Untuk menuju kesana ini yang kita sepakati antara Dinas pendidikan dan Komisi IV memang harus dipersiapkan guru-guru ini sehingga pada saat tes untuk sertifikasi, mereka dapat memenuhi kriteria dan bisa lolos sesuai dengan standar nilai atau pasinggrate yang ditetapkan untuk bisa dikategorikan bahwa Guru ini memang layak mengajar hingga diberikan sertifikasi sehingga jika sudah memiliki ini nanti akan ada tunjangan sertifikasi yang cukup lumayan untuk menambah pendapatan guru, kesejahteraan guru yang berkaitan dengan tanggungjawab mereka untuk mengajar,” kata Atapary

Terkait dengan P3K lanjut Atapary, mungkin sudah selesai tes tahap pertama dan kedua.

” Dari kuota 3.043, ini sangat disayangkan karena tidak sampai 50 persen yang lolos, dan memang masih ada tes tahap ketiga. Harapan kita tes tahap ketiga ini tersisa 1.800 lebih kuota ini bisa diambil oleh guru-guru yang sekarang statusnya honor maupun kontrak,” ujarnya

Menurutnya, memang tes ketiga ini kompetisinya agak luas karena tidak hanya melibatkan internal Guru penugasan dan kontra yang berada di provinsi Maluku namun pemerintah pusat juga membuka ini secara nasional. Dari provinsi lain bisa mendaftar untuk mengikuti tes di Maluku dan mengambil kouta yang 1.800 tersebut,

Atapary juga mengharapkan, yang kemarin tidak mengikuti tes pertama, kedua dan untuk yang tidak lolos pertama dan kedua, di tes ketiga ini bisa lolos.

“Memang untuk menuju kesana sudah kita sepakati dengan Dinas , mau tidak mau harus ada penguata kapasitasnya dan dilakukan di masing-masing sekolah. Kisi-kisi soal sebut Atapary juga sudah kita dapatkan dan sudah didistribusikan ke guru-guru agar mereka coba belajar sebelum sampai pada tes ketiga yang kemungkinan dilakukan di Bulan Maret. Kita mengharapkan jika mereka mensimulasi secara internal tentang model-model dan substansi soal, memang soalnya berubah namun sebenarnya substansi dan modelnya tidak berubah,” tuturnya

Diharapkan dengan pengalaman tes pertama, lalu tes kedua mereka sudah mengetahui model, maka pada saat tes ketiga minimal harus bisa lulus. Karena jika tidak maka kita bisa dimasuki oleh guru-guru dari luar

 

(MN/Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *