HUKUM  

Korupsi dana bos afirmasi, mantan Kepsek SMAN 1 Mekakau Ilir masuk bui

tersangka

 

NUSANTARA-NEWS.co, Muaradua – Akibat salah dalam mengelola anggaran Dana BOS,Febri Susanto mantan kepala sekolah SMAN 1 Mekakau Ilir priode tahun 2015 -2020 yang lalu, yang kini sudah pindah mengajar di SMAN 1 Banding Agung, akhirnya kini menjadi tersangka.

Dan Kejaksaan Negeri OKU Selatan dari Tim penyidik seksi Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) resmi melakukan penahanan kepada tersangka atas dugaan kasus tindak pidana korupsi.

Tersangka Febri Susanto ditahan Kamis (9/12/2021) sore karena terbukti secara sah terlibat dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan dana BOS Afirmasi tahun 2019,selain itu dijerat juga dengan pertanggung jawaban Dana Bos tahap I dan II tahun 2020 dan dana Program Sekolah Gratis (PSG ) untuk triwulan I dan II tahun 2020.

“Tersangka langsung kita lakukan penahanan hari ini, setelah keluarnya surat keterangan kesehataan bebas covid-19, ” ujar Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri OKU Selatan Wawan S. Simanjuntak didampingi Kasi Intel Kejaksaan OKU Selatan Gusti Agus Ngurah Mahardika kepada awak media kamis sore ( 09/12/2021)

Di jelaskan Wawan, kasus korupsi tersebut terdiri dari dugaan penyelewengan dana d BOS Afirmasi 2019 sebesar Rp. 202.000.000.,lalu dana BOS Reguler tahap I dan II total Rp.284.550.000. Kemudian juga dana PSG triwulan I dan II total Rp 78.935.000.

” Itu merupakan item – item dugaan yang diselewengkan tersangka FS,” tambahnya.

Dari hasil penyidikan tim Pidsus kejari Oku selatan,sepanjang tersangka menjabat sebagai kepala sekolah dan melakukan pengelolaan dana tersebut.

Tim penyidik banyak menemukan kejanggalan lalu menetapkan jika tersangka telah banyak melakukan pengelolaan dana yang tidak sesuai dari ketentuan dan peruntukannya.

Seperti melakukan pengelolaan dana BOS Afirmasi 2019, Dana BOS Reguler dan dana PSG tanpa melibatkan Tim BOS,tersangka juga menggunakan dana tersebut tidak sesuai peruntukan yang tertuang dalam Rencana Kegiatan Dan Anggaran Sekolah (RKAS).

Kemudian juga tersangka merekayasa dokumen SPJ yang dibuatnya seolah-olah telah sesuai peruntukan.

“Akibat dari tindakan tersangka tersebut hasil perhitungan sementara tim penyidik mengakibatkan kerugian dana sekitar Rp. 300 juta, ” terang wawan.

Selama 20 hari ke depan,tersangka akan dilakukan penahanan di Rumah Tahanan kelas IIB Muaradua untuk menunggu proses selanjutnya.

(YL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *