Sarles Akui Kegiatan BKKBN Terkait masalah Stunting Yang di Lakukan Pada 14 Desa di Kota Ambon

Kepala perwakilan BKKBN provinsi Maluku, Sarles Brabar

 

NUSANTARA-NEWS.co, Ambon – Kepala perwakilan BKKBN provinsi Maluku, Sarles Brabar mengakui saat ini Kegiatan yang di lakukan oleh BKKBN Perwakilan Provinsi Maluku dan Kota Ambon itu merupakan kegiatan sosialisasi masalah stunting

Dikatakan, jadi istilahnya kita melakukan rembok stanting melalui beberapa desa yang ada di Kota Ambon dan ada sekitar 14 desa di Kota Ambon.

14 desa di Kota Ambon kata Sarles tersebut kita lakukan kolaborasi dengan narasumber baik dari provinsi maupun dinas kesehatan Kota Ambon dan OPD KB Kota Ambon,”ungkap Kepala perwakilan BKKBN provinsi Maluku, Sarles Brabar kepada Nusantara News.Com Via Telpon saat di Wawancarai rabu( 8/12/2021)

kita melakukan kolaborasi informasi penguatan 1000 hari pertama kehidupan dan juga berorientasi pada masalah stanting

Lanjutnya, kader-kader maupun keluarga-keluarga ini kan basisnya ibu rumah tangga dan kita lakukan ini berbasis ibu rumah tangga sehingga dengan kader ibu-ibu di sekitar Desa dikumpulkan oleh plkb dan kita bisa memberikan informasi terutama kitab melakukan pencerahan pencerahan untuk Bagaimana kita bisa mengantisipasi bersama masalah gizi buruk di Kota Ambon atau dikenal dengan masalah stanting

” ini kan masalah gizi sehingga kita mulai sasarannya untuk ibu hamil gadis remaja dan juga kepada ibu yang sedang menyusui serta kita melakukan pendekatan kepada pemerintah daerah terutama kepada pemerintah Desa Kelurahan negeri. Oleh karena itu mari bersama-sama memperhatikan hal ini karena nantinya kita akan lebih konsentrasi pada Tahun 2022,” ujarnya.

Dijelaskannya bahwa, Tahun 2022 akan kita buat kepada masyarakat yaitu yang kita kuat kan di sini adalah lebih banyak edukasinya karena masyarakat kita kekurangan informasi sehingga untuk mengantisipasi masalah stanting ini kan sering kali terabaikan Oleh karena itu kita lebih kuat arti edukasi dengan masalah informasi sehingga kedepannya kita bisa berkolaborasi dengan institusi- institusi yang lain terutama di akademisi dan juga di komunitas baik di tingkat provinsi kabupaten /Kota maupun Kecamatan sampai dengan tingkat desa atau pun negeri dan kelurahan

Tingkatan-tingkatan competent dan tingkatan-tingkatan pendekatan ini bisa melalui berbagai kelebihan-kelebihan yang kita miliki untuk kuatkan masyarakat terutama di Provinsi Maluku ini,”kata Sarles

Diupayahkan agar nantinya angka Stunting itu mulai berkurang yang yang katanya sekarang sudah mencapai 30% kita usahakan bisa turun tingkat provinsi dan kabupaten

lanjut dia, ada juga kabupaten-kabupaten yang 27% ada yang yang 20% maka kita harapkan stanting ini kita tekan kan 2020 sampai 2024 provinsi Maluku kita usahakan bisa turun sebesar 11% ataupun bisa lebih dari itu

Oleh karena itu butuh kerja keras dari semua pihak.

” Ini kan kegiatan Kota Ambon kita pada prinsipnya kita dari BKKBN provinsi mendukung Siapapun dia yang ingin memberi inisiatif dan berkolaborasi ya kita siap karena kita memiliki materi-materi informasi tentang stanting yang berhubungan dengan masalah perilaku untuk 1000 hari pertama kehidupan jadi kegiatan ini berlangsung selama seminggu karena setiap desa kan harus kita katakan lah kita roll off kita berpindah-pindah ke dari satu desa ke desa Yang Lain dan sudah dimulai dari hari Senin dimulai dari Desa Laha sudah kemarin di Negri Soya dan juga Desa Poka,” pungkasnya.

Nengsi. W

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *