Komisi I DPRD Maluku minta Kapolda klarifikasi soal kegiatan yang dilakukan Kepolisian Malteng

 

NUSANTARA-NEWS.co, Ambon – Terkait persoalan antara masyarakat Tambilouw dan masyarakat Desa Sepa kabupaten Maluku Tengah, Anggota Komisi I DPRD Provinsi Maluku, Benhur Wattubun saat menggelar rapat bersama masyarakat desa Tambilouw, Rabu 8/12/2021 di ruangan komisi I DPRD Maluku mengatakan bahwa, sepatutnya sekalipun teroris pun jika seorang ke suatu lokasi dan melakukan penangkapan minimal diketahui oleh RT setempat.

“Jika kejadiannya seperti ini dan dilakukan secara membabi-buta selain kami usulkan agar komisi harus turun di lapangan namun pimpinan juga akan kita desak untuk memanggil dan mengundang Kapolda serta meminta penjelasan sebab kegiatan yang dilakukan oleh kepolisian dalam hal ini ada keributan namun dipimpin langsung oleh Kapolres Maluku Tengah dan secara hukum kita haru meminta pertanggungjawaban secara hukum dan secara etis apakah ini memenuhi standar-standar operasional yang dilakukan oleh kepolisian atau tidak,” kata Benhur Wattubun

Menurut Wattubun jika hal ini dibiarkan maka pastinya akan menyulut masalah-masalah ditempat yang lain termasuk menyulut ketidakpuasan dari masyarakat Tambilouw dan mereka pasti akan melakukan lagi tindakan sebaliknya terhadap kepolisian ataupun bahkan orang-orang yang berada di bawah yang sama-sama bertikai.

” Karena itu pinta Wattubun, harus kita seriusi dan setelah ini kami juga minta agar harus ditingkatkan kepimpinan untuk digelar rapat RBT. Paling tidak komisi I sebagai linding sektor dan pimpinan-pimpinan fraksi juga harus ada untuk menyampaikan sikap politik ini terkait dengan permasalahan yang dihadapi dan dialami oleh masyarakat Tambilouw,” tegasnya.

” Itu adalah beberapa catatan pimpinan sebab dalam penjelasan ini rasanya memang kita sedang berada di hutan belantara karena tindakan-tindakan yang dilakukan bisa saja diluar SOP dan ini adalah pelanggaran HAM yang dilakukan atas nama Negara kepada masyarakatnya sendiri yang dilakukan oleh oknum, mereka bertindak tidak secara sendiri-sendiri namun bertindak untuk dan atas nama institusi dan mereka melakukan tindakan masuk ke desa atau negeri orang lain lalu kemudian masuk seperti pencuri pada malam hari” sementara orang sedang shalat mereka masuk untuk apa” ini yang harus dipertanyakan secara baik dan kita minta pertanggungjawaban dari aspek keamanan kepada saudara Kapolda Maluku agar bertanggungjawab kepada masyarakat,” tegas Wattubun.
Halima Rehatta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *