Umum  

Puluhan warga demo tolak masuknya rentenir berkedok koperasi

Puluhan masyarakat melakukan demo ke Desa agar lingkungan mereka tidak lagi ada pegawai koperasi masuk yang meminjamkan uang dengan setoran harian dan mingguan yang bikin resah karena etika penagihannya tidak sopan

 

NUSANTARA-NEWS.co, Banyuwangi – Bank plecit atau biasa dikenal dengan bank harian dan mingguan yang mengatasnamakan atau berkedok koperasi itu membuat resah sebagian besar warga di wilayah Rogojampi, hinga puluhan masyarakat melakukan demo ke Desa agar lingkungan mereka tidak lagi ada pegawai koperasi masuk yang meminjamkan uang dengan setoran harian dan mingguan yang bikin resah karena etika penagihannya tidak sopan.

Dampak dari masuknya rentenir yang berlindung dibalik nama koperasi tersebut, ada warga yang menjadi nasabah menjual rumah hingga ingin bunuh diri karena malu dan cara pegawai rentenir tersebut dengan tidak tahu etika

Puluhan warga sekitar wilayah Rogojampi yang menjadi korban ketidaknyamanan petugas tersebut memutuskan untuk minta pendampingan pada Forum Rogojampi Bersatu ( FRB ) pada Kamis, 2 Desember 2021

Irfan Hidayat SH.,MH selaku ketua FRB menjelaskan dengan tegas pada awak media, jika memang koperasi, dinas koperasi bilang tidak ada produk pinjaman harian dan mingguan seperti itu

” Beberapa waktu lalu, FRB juga mendampingi persolan yang sama yang menjadi korban keluarga dari saudara Apong, kita mendatangi dinas koperasi dan ditemui dengan baik oleh pegawai sana dan dijelaskan bahwa tidak ada produk dari koperasi itu harian atau mingguan yang dikelas istilah bank titil atau bank plecit, jelas Irfan”.

Masih menurut Irfan, Negara kita ini adalah Negara hukum harusnya jika ada yang melanggar segera ditindak. Selain itu Negara atupun pemerintah harus hadir ditengah masyarakat untuk memberikan solusi. Kenapa banyak yang pinjam di rentenir harian ini, karena saya yakin mereka butuh atau tidak punya uang. Nah, harusnya enam bulan sekali lah ada pendataan di lingkup dusun, rt,rw untuk keluhan masyarakat.

Hal ini akan berdampak positif nantinya, selain pemerintah itu tahu apa saja keluhan masyarakat disitu juga bisa memberikan solusi misalkan memaksimalkan UMKM atau membentuk kelompok usaha mikro, imbuh Irfan

Saya berharap pada dinas yang menangani koperasi yaitu Dinas Koperasi, segera turun ke lapangan dan tertibkan koperasi yang tidak taat aturan yang ada di Dinas Koperasi, tegas Irfan

“Bahkan informasi yang kita terima dari warga, ada yang menjual rumah dan barang perabotannya hingga ada yang ingin bunuh diri dampak dari rentenir berkedok koperasi tersebut,” terang Irfan.

(veri/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *