HUKUM  

Kami berpijak pada Undang Undang Fidusia

 

NUSANTARA-NEWS.co, Kediri –  Tidak terima mobilnya di eksekusi oleh pihak MPM Finance Cabang Kediri Peni Winarni Warga Nganjuk prambon Mengajukan Gugatan ke (PN) Pengadilan Negeri, dengan nomor perkara 25/Pdt.G/2021/PN Kabupaten Nganjuk. dalam gugatannya terkait perkara perdata dimana pihak (MPM) PT Mitra Pinasthika Mustika selaku tergugat diduga dalam eksekusi 1 Unit kendaraan Mobil Daihatsu Ayla bernopol B 1231 GKL sudah melanggar atau melawan hukum.

Akson Nul Huda, S.H, M.H. saat jumpa pers menjelaskan di hadapan beberapa awak media, “kedudukan kami MPM finance cabang Kediri sebagai tergugat dimana konsumen kami sebut saja Warga Nganjuk atas nama Peni Winarni, singkat cerita dalam gugatannya di tolak semua oleh pengadilan Negeri kabupaten Nganjuk.

“Perkara terkait obyektif fidusia yang dilakukan penarikan atau dilakukan eksekusi oleh penerima fidusia dalam hal ini adalah MPM finance itu sah secara hukum dan di benarkan oleh hukum,” tuturnya

Masih kata Akson, Peni Winarni selaku penggugat mengajukan gugatannya dimana dalam proses eksekusi 1 Unit Mobil Daihatsu Ayla itu dianggap perampasan dianggap tidak benar dianggap tidak sah secara hukum dengan dalih bahwa disitu ada perampasan,. Sebagaimana putusan mahkamah konstitusi , yang bersangkutan itu berpijak pada putusan Mahkamah konstitusi No 18PU2019 dan putusan Mahkamah konstitusi No 2/2021.

Apakah benar apa yang di sangkakan dan gugatan tersebut,

Lebih lanjut, selaku kuasa hukum PT Mitra Pinasthika Mustika (MPM) pihaknya berpijak pada Undang Undang Fidusia , di dalam Undang-Undang Fidusia No 4 tahun 1999 sudah jelas sekali antara penerima fidusia dan pemberi fidusia, kami selaku penerima kuasa hak, ketika terjadi wanprestasi ketika tidak terpenuhan pembayaran maka penerima fidusia itu ruang lingkup eksekusi Fidusia.

” Maka Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Nganjuk ketika melihatnya ini ruang lingkupnya Fidusia Hakim berpendapat seluruh gugatannya terkait dengan hal tersebut ditolak dengan Hakim, dengan kata lain bahwa argumentasi kami bisa diterima,” pungkasnya
(Ndi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *