Mahasiswa Pertanyakan Kepemimpinan Anas Dalam Penyelesaian Konflik Masyarakat di Banyuwangi

Ketua BEM Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi, Vina Sofiatul Laili

 

NUSANTARA-NEWS.co, Banyuwangi – Mahasiswa Untag Banyuwangi yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa ( BEM ) pertanyakan masa kepemimpinan Abdullah Azwar Anas saat menjadi Bupati Banyuwangi selama 10 Tahun.

Kepemimpinan Anas selama 10 tahun didampingi oleh Yusuf Widiyatmoko sebagai wakil Bupati Banyuwangi. Dalam orde Anas dan Yusuf hingga tugasnya purna, beberapa persoalan atau konflik di Masyarakat yang belum terselesaikan

Ketua BEM Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi, Vina Sofiatul Laili dalam PRESS RELEASE berisi sebagai berikut

Salam hangat dari kami Mahasiswa untuk Bupati yang menjabat selama kurun waktu sepuluh tahun ini. Sehubungan dengan purna tugas Bupati Abdullah Azwar Anas, kami mengucapkan selamat dan terima kasih sudah memimpin Banyuwangi selama 10 Tahun ini.

Dengan memberikan dan masih belum bisa menyelesaikan berbagai konflik yang ada di Banyuwangi, diantaranya yaitu: 1. Konflik agraria : Konflik agraria yang selama ini tidak kunjung selesai. Seperti di wilayah
Kecamatan Wongsorejo penolakan atas program Banyuwangi Industrial Estate. Wongsorejo ( BIEW ), hak pakai atas lahan bekas Hak Guna Usaha (HGU) PT Wongsorejo, klaim ribuan hektar lahan oleh PT Perkebunan Bumisari dan perhutani yang berada di Desa Pakel, Perluasan taman wisata di Cagar Alam Ijen Merapi Ungup-Ungup, Proyek pembangunan Marina Boom oleh PT Pelindo Properti Indonesia (PPI), Penyewaan Pulau Tabuhan ke Paragon Group Singapore, Reforma agraria yang digembar-gemborkan salah satu dalam peningkatan
ekonomi rakyat. Namun hanya sebatas sertifikasi tanah belaka bukan pada pendistribusian tanah bagi penggarap.

Transparansi anggaran Covid, penyebaran wabah Covid 19 di Kabupaten Banyuwangi yang tidak kunjung melandai, selain itu terkait transparansi pengelolaan anggaran penanganan Covid-19, Pemkab Banyuwangi selama ini kurang terbuka dengan data dan strategi kebijakan maupun pengelolaan anggaran penanganannya.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tidak pernah membuka ruang diskusi dengan Mahasiswa Banyuwangi dan masih banyak lagi konflik – konflik lainnya di Banyuwangi yang masih belum diselesaikan oleh Bapak Anas Bupati Banyuwangi bahkan jabatan beliau lebih dahulu purna dari pada purna nya konflik – konflik yang dia berikan untuk Banyuwangi.

( Veri )

banner 1600x820

Respon (3)

  1. kebanyakan festival sehingga konteks konteks terpenting terabaikan, wajarlah siapa yang kaya dia yang berkuasa itulah iklim dunia jarang sekali orang kaya yang kona’ah.

  2. Unair sby yg dulu digembar gemborkan yg katanya ckal bakal univ negeri bwi mana kelanjuatan….nya……lahan gak bs nyediakan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *